Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tips

Mengenal Nilam Sari ; Sosok Tangguh di Balik Kebab Turki Baba Rafi

Menyebut nama Kebab Turki Baba Rafi, rasanya terdengar sangat familiar di telinga. Namun siapa yang menyangka, dibalik besarnya bisnis tersebut, terdapat perjuangan panjang yang ditempuh oleh pendirinya, Nilam Sari Sadewa.  Dan suatu usaha yang besar, kerap dimulai dari sebuah langkah kecil penuh keberanian. Hal ini saya dapat dari kisah hidup yang dituturkan Nilam Sari, founder dari Kebab Turki Baba Rafi pada webinar kewirausahaan yang diadakan oleh Komunitas ISB (Indonesian Social Blogpreneur), 21 May 2026. Awal Mula Kebab Turki Baba Rafi Pesatnya pertumbuhan Kebab Turki Baba Rafi dengan ribuan cabangnya tidak terjadi dalam satu malam. Nilam memulai usaha ini saat usianya masih sangat muda, 19 tahun. Bersama mantan suaminya, Hendy Setiono, yang saat itu masih menjadi teman hidup, tepatnya pada 2003 ia memulai usahanya dengan skala sangat kecil.  Perihal ide berjualan kebab pun, ia dapatkan setelah pulang bepergian dari Qatar. Di sana, Nilam terkesima melihat daging yang mene...

Mengenal IMD Beserta Manfaatnya

Istilah IMD baru saya ketahui saat kelahiran anak ke-2, tepatnya tahun 2016 lalu. IMD atau yang disebut dengan Inisiasi Menyusui Dini berupa tindakan langsung memberi ASI pada bayi tak lama setelah anak terlahir ke dunia  dengan kurun waktu 30-60 menit pertama setelah kelahiran bayi. Hal ini dilakukan agar ibu dan bayi dapat bersentuhan langsung (kontak kulit) dan anak dapat menemukan puting ibunya menggunakan instingnya sendiri (secara alami).  Jika dibayangkan, bayi diletakkan dengan posisi menelungkup di atas dada atau perut ibu, lalu bayi akan merayap perlahan dan akhirnya berhasil menemukan puting susu ibunya.  Inisiasi Menyusui Dini (Foto : Pixabay) Mengapa IMD Baik Dilakukan dalam Satu Jam Pertama? Menurut keterangan WHO, IMD yang dilakukan dalam rentang satu jam setelah kelahiran dapat melindungi bayi dari infeksi dan membantu mencegah kematian pada bayi. Dengan IMD, peluang bayi mendapat kolostrum akan lebih besar. Sebagai ASI yang keluar pertama kali, kolostrum ...

Rahasia Seni Berbicara Bersama Alia Rahma

  Membahas tentang kemampuan berbicara di depan umum, rasanya keahlian satu ini memang sangatlah diperlukan di masa digitalisasi seperti sekarang.  Saya tau banget gimana sulitnya berbicara di depan banyak orang. Saat semua orang berdiri menatap kita, menunggu apa yang akan kita ucapkan, rasanya isi kepala bisa seketika nge-blank jika materi yang akan dibahas tidak kita kuasai dengan baik. Ditambah munculnya rasa grogi bikin situasi makin menjadi.  Saya pernah mengalami hal itu. Momen tiba-tiba yang tidak pernah disiapkan sebelumnya. Mulut rasanya berat bahkan untuk sekedar berucap. Rasanya pengen kabur aja dari momen tersebut. Untungnya hal tersebut sudah berlalu dan menjadi pelajaran berharga untuk saya agar terus meng-upgrade kemampuan public speaking.  Dan Jumat sore kemarin menjadi hal yang tak bisa dilewatkan begitu saja. Lagi-lagi Indonesia Social Blogpreneur atau ISB mengadakan talkshow penuh manfaat untuk mengupgrade skill para anggotanya. Kali ini membahas ...

Maafkan dan Lupakan, Cara Terbaik Melepas Luka

Foto : Unsplash / Alex Shute Forgive and Forget, n ot Revenge and Regret Petuah di atas pertama kali saya dengar dari Ustadzah yang mengajar anak saya di pondok. Bagus ya, klop gitu mulai dari makna sampai artikulasinya. Tapi untuk pelaksanaannya, apa saya bisa? Memaafkan memang mudah, melupakannya yang agak susah. Bener enggak sih? Kalau saya sih setuju ya dengan kata-kata itu. Setiap kesalahan yang orang lain lakukan, pastinya tidak akan benar-benar bisa dilupakan. Seperti lubang paku di dinding, sekali dinding itu dipaku, walaupun paku sudah dicabut, bekas lubangnya tetap akan ada di dinding itu sampai kapanpun. Kecuali dinding itu diperhalus atau direnov sekaligus dengan rumahnya. Ya, begitulah dengan hati manusia yang terbuat dari seonggok daging. Jika sudah tersakiti, meski sudah dimaafkan, melupakan kejadian tersebut yang agak susah untuk dilakukan. Saya juga manusia biasa. Bisa memaafkan tapi agak sulit untuk melupakan. Dulu saya yang introvert sering merasa kecewa dengan sikap...

Menulis Sebagai Terapi Kesehatan Jiwa

  Aktivitas menulis (foto : pixabay/mozlase__) Tetap sehat jiwa dan raga? Siapa sih yang nggak mau sehat kedua-duanya. Bagi saya, kesehatan menjadi hal paling penting dibanding yang lainnya. Kalau badan saya sehat, saya bisa dengan mudah melakukan apapun termasuk rutinitas harian sebagai seorang ibu. Mengurus anak dan rumah akan lebih terasa nikmat saat tubuh saya sehat. Meski lelah, seenggaknya saya tidak kesulitan melakukan kewajiban saya melakukan itu semua. Kalau badan sakit, sudah pasti rumah dan anak-anak tidak terurus seperti biasanya. Meski bisa jadi, saat tubuh saya sakit itu merupakan sinyal atau alarm alami kalau tubuh sebenarnya sedang meminta haknya untuk beristirahat. Lepas sejenak dari rutinitas harian.  Tadi itu kalau sakit fisik, ya. Beda lagi kalau sakit terjadi pada mental atau pikiran kita. Sakitnya nggak terlihat, cuma kalau dibiarkan berlarut-larut bisa membahayakan jiwa seseorang yang mengidapnya.  Gejala Gangguan Kesehatan Mental Kadang saya suka m...

Blogku Sayang, Kapan Terakhir Kamu Diupdate?

Halo Blog, Bersyukur Saya Bisa Mengenalmu  Ungkapan di atas sangat mewakili momen pertama saya mengenal blog. Rasanya takjub dan excited karena ada wadah yang bisa menampung tulisan-tulisan saya tanpa menunggu approval redaksi seperti di koran atau majalah yang dulu rutin saya kirimi cerpen. Enggak bisa lupa juga gimana luapan semangat yang dulu saya rasakan untuk bisa menulis sesering mungkin di blog milik saya nanti. Fleksibel dan bebas, update tulisan semudah meng-klik tombol post, semua keputusan untuk memposting atau tidaknya sebuah tema tulisan, ada di tangan saya.  Tahun berlalu, kini blog sederhana saya sudah berusia 5 tahun. Apa saja yang sudah didapat dengan adanya blog tersebut? Selain keleluasaan untuk upload tulisan, rasanya senang dan puas setelah mengeluarkan isi dalam kepala. Kepala dan hati rasanya plong. Kalau urusan sponsored post, siapa sih yang enggak senang saat hobi kita diapresiasi dan menghasilkan pundi-pundi rupiah.  Kenyataan Nge-Blog Tema chall...

Tips Bangun Growth Mindset pada Anak

Menjadi seorang ibu adalah saat di mana saya harus terus belajar tentang mendidik anak, memperbanyak sabar, menyiapkan bahu dan pelukan yang lebar sebagai tempat yang nyaman untuk anak-anak bercerita apa saja. Saat anak-anak nyaman bercerita apa saja kepada orang tua, itulah saat yang tepat di mana orang tua bisa memberi masukan dan nasehat dengan cara yang santai tanpa kesan menggurui.  Hal ini berlaku banget untuk anak perempuan saya yang kini menginjak remaja. Alhamdulillah, semua hal dia ceritakan tanpa ada rasa sungkan atau takut terutama kepada saya ibunya, karena sejak usia SD memang sudah saya biasakan untuk bercerita senyaman-nyamannya dengan saya sebagai ibunya. Saya berusaha untuk tidak men-judge apapun yang dia alami namun tetap memberi koreksi sebagai 'teman' saat dia melakukan kesalahan. Hasilnya, rahasia apapun itu akan dia ceritakan pada saya ibunya. Sampai akun IG miliknya pun, dia install juga di hp saya agar akun miliknya bisa saya buka dan cek ka...

Kampanye #KejuAsliCheck Mengedukasi Cara Tepat Memilih Keju

Pertama kali membaca tagar #KejuAsliCheck di sosial media, jujur saya sempat tertegun dan bertanya-tanya sendiri, apa benar ada keju yang tidak asli.  Meski begitu, kampanye #KejuAsliCheck ini terdengar unik dan menggelitik saya untuk mencari tahu lebih jauh perihal keaslian sebuah keju. Sempat kepikiran juga apakah merk keju yang biasa saya dan keluarga konsumsi termasuk keju asli atau tidak. Jadi bikin kepo-lah intinya. Cari tahu lebih lanjut, saya pun baru tahu kampanye #KejuAsliCheck ini berasal dari keju KRAFT sebagai brand keju unggulan di Indonesia (Loh, loh, ini mah merk keju favorit saya). Keju KRAFT pun sebelumnya telah melakukan survei kepada konsumen. Dan hasilnya lebih dari 61% konsumen tidak mengetahui bahwa produk keju cheddar di pasaran tidak semuanya berbahan utama keju cheddar. Dari hasil survey ini pula, keju KRAFT menghadirkan kampanye #KejuAsliCheck agar para ibu bisa lebih  aware  dalam membaca label pangan pada kemasan keju terutama keju cheddar yan...