Istilah IMD baru saya ketahui saat kelahiran anak ke-2, tepatnya tahun 2016 lalu. IMD atau yang disebut dengan Inisiasi Menyusui Dini berupa tindakan langsung memberi ASI pada bayi tak lama setelah anak terlahir ke dunia dengan kurun waktu 30-60 menit pertama setelah kelahiran bayi.
Hal ini dilakukan agar ibu dan bayi dapat bersentuhan langsung (kontak kulit) dan anak dapat menemukan puting ibunya menggunakan instingnya sendiri (secara alami). Jika dibayangkan, bayi diletakkan dengan posisi menelungkup di atas dada atau perut ibu, lalu bayi akan merayap perlahan dan akhirnya berhasil menemukan puting susu ibunya.
![]() |
| Inisiasi Menyusui Dini (Foto : Pixabay) |
Mengapa IMD Baik Dilakukan dalam Satu Jam Pertama?
Menurut keterangan WHO, IMD yang dilakukan dalam rentang satu jam setelah kelahiran dapat melindungi bayi dari infeksi dan membantu mencegah kematian pada bayi. Dengan IMD, peluang bayi mendapat kolostrum akan lebih besar. Sebagai ASI yang keluar pertama kali, kolostrum yang bertekstur kental dan berwarna kekuningan ini berperan menjadi sumber nutrisi tinggi protein sebagai perlindungan imun (antibodi) yang sangatlah penting untuk bayi baru lahir.
Manfaat IMD
1. Sentuhan kulit ke kulit antara ibu dan bayi, membantu menstabilkan suhu tubuh bayi
2. Saat IMD, hormon oksitosin akan muncul dan memberi efek tenang pada ibu dan bayi
3. Memperkuat bonding atau ikatan emosional antara ibu dan bayi
4. Membantu rangsangan terjadinya konstruksi otot rahim yang membantu mengurangi risiko pendarahan pasca melahirkan
5. Membantu keberhasilan program menyusui secara ekslusif
Saya sempat melakukan IMD saat kelahiran anak ke-2. Namun sayangnya hal ini tidak berhasil. Putra kecil saya belum berhasil mendapat ASI sesaat setelah dilahirkan, karena saya keburu merasa sesak tak bisa bernapas sesaat setelah bayi saya diletakkan di atas dada. Entah kenapa, rasanya saat itu sesak banget, sampai-sampai sang suster sigap segera menggendong bayi saya kembali dan menunda melakukan IMD. Bisa jadi hal ini dikarenakan kondisi fisik saya yang baru saja menjalani operasi caesar belum pulih benar. Itulah mengapa teruntuk ibu melahirkan dengan operasi caesar, IMD hanya bisa dilakukan jika kondisi ibu sudah stabil untuk melakukannya.
Langkah-Langkah IMD
Pada umumnya, semua tenaga medis yang bertugas di rumah sakit akan mendukung terjadinya proses IMD pada ibu dan bayi. Dan berikut beberapa langkah yang perlu dilakukan :
1. Bagi ibu dan keluarga, perbanyak pengetahuan tentang IMD dengan membaca atau ikut penyuluhan tentang IMD .
2. Sesaat setelah lahir, tubuh bayi kecuali kedua tangannya akan dikeringkan tanpa menghilangkan vernix (lapisan pelindung kulit bayi).
3. Jika tanda vital pada bayi dianggap baik (menangis, napas teratur, kekuatan otot baik), maka bayi boleh ditengkurapkan di dada ibu.
4. Setelahnya biarkan bayi mencari sendiri puting ibunya. Dengan cara mendorong kakinya, bayi akan merangkak pelan untuk mencari puting sang ibu.
Selanjutnya dokter dan tenaga kesehatan akan membantu ibu mengenali perilaku menyusu pada bayi baru lahir. Dan berikut tahapannya :
- Bayi diam pada 20-30 menit pertama dan hanya membuka mata
- Kemudian bayi akan bergerak perlahan ke atas. Saat bayi sudah siap menyusu, bayi akan mengeluarkan air liur dan membuka mulut
- Biarkan bayi dalam posisi kulit bersentuhan dengan kulit ibu hingga proses menyusu pertama selesai
- Ibu yang melahirkan secara caesar atau melalui persalinan ekstraksi vakum akan diberikan kesempatan untuk kontak skin to skin dengan bayi
Melakukan IMD, membantu terbentuknya ikatan emosional antara ibu dan bayi serta menjadi langkah awal yang baik untuk membantu menjalani proses ASI ekslusif pada bayi selama dua tahun ke depan.

Komentar
Posting Komentar