Langsung ke konten utama

Rekomendasi Perpustakaan Online Untuk Para Book's Lover

Membaca buku secara online atau membaca melalui ponsel kini menjadi salah satu alternatif untuk mendapat bacaan selain melalui buku fisik. Kemunculan perpustakaan online yang bisa diunduh lewat aplikasi di ponsel semakin mempermudah aktivitas ini. 

Bagi saya yang juga pecinta buku, keberadaan perpustakaan online sangatlah menguntungkan di saat kocek pribadi tengah tak mampu membeli buku fisik di toko buku. Yaa, meski rasa happy membaca buku fisik tidak bisa digantikan dengan membaca buku e-book, setidaknya keinginan membaca dan mengetahui isi suatu buku tetap bisa terpenuhi.

Rekomendasi Perpustakaan Online Versiku

Sejauh ini, di ponselku telah ter-install aplikasi beberapa perpustakaan online yang kerap aku baca beberapa koleksinya. Dan berikut detail penjelasannya :

  • Ipusnas
          Ipusnas merupakan aplikasi perpustakaan digital yang dirilis oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Cara mendaftar sebagai anggota pun cukup mudah, cukup masukkan alamat email yang kita miliki, lalu tak kurang dari 60 detik, akun anggota milik kita pun siap digunakan. Dengan jumlah koleksi mencapai puluhan ribu buku, saya bisa meminjam maksimal 5 buku dengan durasi waktu peminjaman selama 7 hari. Lewat aplikasi ini pula, saya bisa membaca banyak buku-buku dari penulis favorit saya di antaranya novel trilogi dari A.Fuadi yaitu Negri 5 Menara, Ranah 3 Warna dan Rantau 1 Muara. Dan tentunya masih banyak lagi koleksi buku dari penulis-penulis besar tanah air.




  •  EPerpusdikdasmen
           EPerpusdikdasmen berupa aplikasi perpustakaan digital yang diluncurkan oleh Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dengan koleksi ratusan ribu buku dari berbagai penerbit, perpus digital ini memberikan waktu durasi peminjaman selama 7 hari untuk berbagai buku yang dipinjam, terkecuali khusus untuk buku ensiklopedia durasi peminjaman hanya berlaku 1 jam saja. 




  • BintangPusnas Edu
          Khusus untuk perpustakaan online yang terintegrasi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ini, aplikasi ini berorientasi pada koleksi buku dengan konten-konten edukasi, berupa buku sekolah elektronik, buku audio dan berbagai jurnal ilmiah. Pada aplikasi ini, saya kerap meminjam buku bacaan untuk anak. 




  • iBI Library 
          Diluncurkan oleh Bank Indonesia Institue, perpustakaan digital ini memiliki ratusan koleksi buku yang berkonsentrasi pada literatur di bidang moneter, ekonomi dan keuangan. Saat memerlukan buku bacaan untuk riset suatu tulisan, saya kerap menggunakan aplikasi ini untuk menambah referensi buku yang diperlukan.




  • iJakarta
          Perpustakaan digital ini diluncurkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta. Koleksi bukunya mencapai ribuan buku. Cara mendaftar akunnya pun juga sangat mudah, cukup masukkan email terdaftar dan prosesnya pun cepat tak sampai 60 detik. 


Kelima aplikasi perpustakaan di atas telah terinstall di hp saya. Dan berdasarkan pengalaman selama memakainya, koleksi buku paling lengkap dimiliki oleh aplikasi Ipusnas. Dan saat ini, saya sedang membaca novel (The Newcomer) Pembunuhan di Nihonbashi yang ditulis oleh Keigo Higashino. Rate bintang 5 deh untuk buku ini. 
 
  
          


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Menyekolahkan Anak di Gontor

"Mah, Kakak mau SMP-nya di Gontor aja. Boleh nggak, Mah?" Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut putri kami yang saat itu masih kelas 5 SD. Ya, terus terang waktu itu aku sempat kaget mendengar sulung kami ingin mondok di sana. Lokasinya yang sangat jauh dari rumah, perkiraan biaya sekolah di sana yang mahal, ditambah pikiran-pikiran lain yang membuat saya berpikir lagi untuk menyekolahkan anak kami di sana. Walaupun begitu, memang sejak kelas 3 SD, putri kami sudah berniat ingin mondok saat SMP nanti. Dan dulu, niat kami mencarikan pondok pesantren di sekitar Bogor atau kota lain yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Jakarta. Tapi siapa yang nyangka, putri kami justru tegas memilih Gontor sebagai pesantren pilihannya. Menurutnya lagi, dia sudah riset dan menjatuhkan pilihan pada pesantren ini.  Ya, saat itu, tepatnya 5 tahun lalu, kami sebagai orang tua justru belum banyak tahu tentang pesantren Gontor. Hanya sedikit yang kami tahu tentang pesantren ini. Tentang pres...

Guantanamo Diary- Diari Terampasnya HAM Seorang Napi

Secara tidak sengaja, buku ini awalnya saya comot begitu saja saat tak sengaja melihatnya di sebuah rak buku di sebuah toko buku besar di pusat perbelanjaan tak jauh dari rumah.  Pertimbangan saya saat itu hanya menilik lewat kover buku yang berwarna cerah dan blurb yang menyentak di bagian belakang buku. Dan setelah membacanya, saya langsung terhanyut dengan kisah yang dialami sang penulis-Mohamedou Ould Slahi- yang nyatanya sampai saat ini pun dirinya tak pernah menyangka dipaksa mendekam di dalam penjara terkejam di dunia-Guantanamo. Tanpa berbuat kesalahan apapun, ia menjadi tertuduh anggota teroris oleh Amerika. Miris namun begitu banyak hikmah yang terkandung di buku ini. Saat membacanya, hati saya ikut gelisah yang akhirnya saya tuangkan ke dalam sebuah tulisan dan Alhamdulillah dimuat di  Koran Jakarta, 15 Nov 2016. Berikut ulasannya. Kesaksian dari Neraka Guantanamo Judul Buku    : Guantanamo Diary Penulis   ...

Kampanye #KejuAsliCheck Mengedukasi Cara Tepat Memilih Keju

Pertama kali membaca tagar #KejuAsliCheck di sosial media, jujur saya sempat tertegun dan bertanya-tanya sendiri, apa benar ada keju yang tidak asli.  Meski begitu, kampanye #KejuAsliCheck ini terdengar unik dan menggelitik saya untuk mencari tahu lebih jauh perihal keaslian sebuah keju. Sempat kepikiran juga apakah merk keju yang biasa saya dan keluarga konsumsi termasuk keju asli atau tidak. Jadi bikin kepo-lah intinya. Cari tahu lebih lanjut, saya pun baru tahu kampanye #KejuAsliCheck ini berasal dari keju KRAFT sebagai brand keju unggulan di Indonesia (Loh, loh, ini mah merk keju favorit saya). Keju KRAFT pun sebelumnya telah melakukan survei kepada konsumen. Dan hasilnya lebih dari 61% konsumen tidak mengetahui bahwa produk keju cheddar di pasaran tidak semuanya berbahan utama keju cheddar. Dari hasil survey ini pula, keju KRAFT menghadirkan kampanye #KejuAsliCheck agar para ibu bisa lebih  aware  dalam membaca label pangan pada kemasan keju terutama keju cheddar yan...