Langsung ke konten utama

Mengenal Nilam Sari ; Sosok Tangguh di Balik Kebab Turki Baba Rafi

Menyebut nama Kebab Turki Baba Rafi, rasanya terdengar sangat familiar di telinga. Namun siapa yang menyangka, dibalik besarnya bisnis tersebut, terdapat perjuangan panjang yang ditempuh oleh pendirinya, Nilam Sari Sadewa. 

Dan suatu usaha yang besar, kerap dimulai dari sebuah langkah kecil penuh keberanian. Hal ini saya dapat dari kisah hidup yang dituturkan Nilam Sari, founder dari Kebab Turki Baba Rafi pada webinar kewirausahaan yang diadakan oleh Komunitas ISB (Indonesian Social Blogpreneur), 21 May 2026.

Awal Mula Kebab Turki Baba Rafi

Pesatnya pertumbuhan Kebab Turki Baba Rafi dengan ribuan cabangnya tidak terjadi dalam satu malam. Nilam memulai usaha ini saat usianya masih sangat muda, 19 tahun. Bersama mantan suaminya, Hendy Setiono, yang saat itu masih menjadi teman hidup, tepatnya pada 2003 ia memulai usahanya dengan skala sangat kecil. 

Perihal ide berjualan kebab pun, ia dapatkan setelah pulang bepergian dari Qatar. Di sana, Nilam terkesima melihat daging yang menempel di tiang besi dan diputar-diputar lalu diolah menjadi makanan. Konsep take-away pada usaha tersebut, juga dirasa praktis karena tidak perlu menyediakan lahan lebih untuk makan di tempat. Saat itu dagang kebab dirasa sangat unik karena belum ada seorangpun di Indonesia yang berjualan makanan tersebut.

Bermodal uang 4 juta hasil pinjam ke seorang kerabatnya, usaha kebab gerobakan pertamanya pun dimulai. Siapa yang sangka, tak perlu waktu lama, usaha dagang kebabnya laris manis diminati banyak orang. 

Silsilah merk dagang Baba Rafi sendiri juga memiliki arti tersendiri bagi Nilam. Nama Rafi diambil dari nama anak pertamanya. Ditambah imbuhan "Baba" yang berarti "Ayah" dari kata bahasa Arab, maka tercetuslah nama Kebab Turki Baba Rafi sebagai merk dagang usahanya.

How If We Fly

Saat hendak memulai suatu bisnis, cukup lakukan dan jangan takut untuk memulai. Janganlah selalu berpikir gimana kalau tak laku, gimana kalau kita jatuh, dan pikiran-pikiran negatif lainnya. Tapi cobalah untuk berpikir, how if we fly, terbang dan melesat tinggi. 

Tidak terlahir dari keluarga pengusaha, tak menyurutkan langkah Nilam dan partnernya kala itu untuk memulai bisnis kebabnya tersebut. Sebelum memulai bisnisnya, ia hanya mencoba memodifikasi rasa kebab buatannya agar cocok dengan lidah orang Indonesia. Karena kebab yang ia coba di Qatar rasanya terlalu kaya akan rempah, maka kebab buatannya ini rasanya sudah dimodif, enak dan lezat, karena itu saat diluncurkan ke pasaran, banyak orang menyukainya.

Sosok Nilam Sari yang sangat inspiratif (foto:dokpri)

Permintaan pun mulai datang dari banyak pihak untuk bisa ikut menjual kebab miliknya dengan versi gerobak UMKM yang sama. Nilam pun mencoba mencari tahu, konsep jenis usaha apa yang bentuknya seperti ini. Ia pun menemukan fakta bahwa di luar negri, konsep usaha seperti ini disebut dengan franchise. Dari sini pula, cikal bakal konsep usaha franchise di Indonesia mulai berkembang. 

Setahun berjalan, usaha kebab Nilam meningkat menjadi 30 gerobak. Dan terus berkembang seiring waktu. 

Lika-Liku Membangun Bisnis

Banyak orang kerap menilai sisi nikmatnya saja saat melihat kesuksesan seseorang dalam berbisnis. Nilam sari dengan usaha Kebab Turki Baba Rafi-nya pernah memiliki outlet dan gerobak mencapai 1300-an lebih dan tersebar di 10 negara dan seluruh kota di Indonesia telah mengantarkan sosoknya saat ini sebagai womanpreneur dan franchise consultant.

Padahal dibalik kesuksesannya saat ini, proses panjang dengan lika-liku membangun bisnis telah dijalaninya selama puluhan tahun. Dan melalui sesi webinar malam ini, saya mendapat banyak pelajaran berharga dari kisah hidup seorang Nilam Sari. 

Malam itu, Nilam menceritakan betapa besar struggle dirinya untuk membangun bisnis tersebut. Karena seiring membesarnya bisnis yang dimiliki, permasalahan yang datang pun bukanlah berupa perkara ringan. Karena nyatanya, setelah bisnis semakin besar dan maju, Nilam sadar sistem pondasi usahanya masih kurang kuat dan menyebabkan banyak kendala bertubi-tubi dari dalam intern perusahaan.

Gongnya di tahun 2015, saat kehidupan pribadinya mulai bermasalah dan 2 tahun kemudian membuat Nilam bercerai dengan suaminya saat itu yang juga sekaligus partner bisnisnya. Perpisahan itu membuat usahanya pecah kongsi, cobaan pun datang bertubi-tubi, hutang miliaran, demo karyawan, diancam debt collector hampir setiap hari, ditambah kambar bahwa ibunya divonis sakit leukimia. 

Inilah fakta dibalik membesarkan bisnis miliknya. Bahwa membangun bisnis bukan hanya dilihat dari keuntungan materi yang didapat, namun juga ada perjuangan berat menghadapi rintangan besar di dalamnya. Dan di titik terendahnya saat itu, Nilam Sari berpasrah, menyerahkan semua urusannya hanya kepada Allah SWT. 

Sampai akhirnya, pertolongan itupun datang. 

Masya Allah, pertolongan dari-Nya datang berupa kehadiran seorang pengusaha yang bersedia membeli lini usahanya saat itu beserta seluruh resiko di dalamnya. Beban berat yang tadinya begitu kuat mengimpit hari-hari, seketika diangkat Allah secara tuntas dengan kuasa-Nya. 

Lingkup Jasa PT Nava Sari Kreasi (foto:dok.pri)

Setelah titik ini, Nilam Sari telah sepenuhnya lepas dari merk dagang Kebab Turki Baba Rafi. Meski begitu, Kebab Turki Baba Rafi telah memberi banyak pelajaran di hidupnya dan terutama membentuk sosoknya saat ini yang berhasil menjelma menjadi sosok perempuan tangguh dan inspiratif di bidangnya. Kini ia pun berhasil membangun PT Nava Sari Kreasi yang bergerak di bidang mentoring franchise untuk UMKM dan telah membawahi puluhan merk UMKM di dalamnya. 

Membaca perjalanan panjang Nilam Sari dalam menjalani bisnisnya, begitu banyak pelajaran dan hikmah penting yang bisa saya dapat sesudahnya. Satu pesan penting lainnya dari Nilam, jalani bisnis yang kamu mengerti, agar tak merugi di kemudian hari. Jika saat ini kamu dalam keadaan sedih ataupun susah, tetaplah berusaha jalani dengan penuh syukur dan ikhtiar. Karena sejatinya, susah itu tak selamanya susah, senang pun tak selamanya senang, so keep going on.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Menyekolahkan Anak di Gontor

"Mah, Kakak mau SMP-nya di Gontor aja. Boleh nggak, Mah?" Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut putri kami yang saat itu masih kelas 5 SD. Ya, terus terang waktu itu aku sempat kaget mendengar sulung kami ingin mondok di sana. Lokasinya yang sangat jauh dari rumah, perkiraan biaya sekolah di sana yang mahal, ditambah pikiran-pikiran lain yang membuat saya berpikir lagi untuk menyekolahkan anak kami di sana. Walaupun begitu, memang sejak kelas 3 SD, putri kami sudah berniat ingin mondok saat SMP nanti. Dan dulu, niat kami mencarikan pondok pesantren di sekitar Bogor atau kota lain yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Jakarta. Tapi siapa yang nyangka, putri kami justru tegas memilih Gontor sebagai pesantren pilihannya. Menurutnya lagi, dia sudah riset dan menjatuhkan pilihan pada pesantren ini.  Ya, saat itu, tepatnya 5 tahun lalu, kami sebagai orang tua justru belum banyak tahu tentang pesantren Gontor. Hanya sedikit yang kami tahu tentang pesantren ini. Tentang pres...

Pengalaman Ikut Kelas Canva dengan Pemateri Canvassador Tuty Queen

Dari dulu, terus terang saya kepengen banget ikutan kelas Canva. Cuma memang belum ada kesempatan yang pas untuk itu. Dan kebetulan dua hari lalu, komunitas ISB (Indonesian Social Blogpreneur) mengadakan kelas tersebut khusus untuk para anggotanya. Nggak mau ketinggalan, saya pun mendaftar untuk join di kelas tersebut. Tepatnya di tanggal 12 Juni 2025, hari Kamis lalu, ISB mengadakan workshop dengan tema “Level Up Your Blog With Visual Communication” dengan narasumber Ibu Tuty Queen, seorang blogger, digital creator dan juga seorang canvassador. Kelas diadakan mulai jam 4 sore lewat zoom meeting dengan diikuti puluhan peserta.  Padu Padan Warna, Tipografi dan Layout Pada sebuah desain, unsur warna tentunya menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Padu padan warna seumpama memilih outfit yang tepat, agar terlihat serasi dan tampak menarik.  Pada Canva, padu padan warna terdiri dari beberapa fitur : color palettes, color wheel, copy style, apply colors to page dan color p...

Mencicip Kulat Pelawan, Jamur Termahal dari Indonesia

Kulat Pelawan (dok:google) Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati flora dan fauna. Dengan jumlah hutan hujan terluas di dunia, Indonesia juga memiliki banyak ragam pohon dan tumbuhan dengan keunikannya masing-masing. Salah satu contohnya berupa Kulat Pelawan. Kulat dalam bahasa Bangka artinya jamur. Sedangkan Pelawan adalah nama pohon di mana jamur ini biasa tumbuh. Jadi jika diartikan, Kulat Pelawan adalah jamur Pelawan. Jamur ini merupakan flora endemik dari Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung yang tumbuh liar di hutan. Dalam setahun, jamur ini hanya tumbuh dua kali terutama saat musim hujan. Uniknya lagi proses pertumbuhan jamur ini memerlukan sambaran petir agar bisa tumbuh. Saat petir menyambar dan mengeluarkan senyawa tertentu, saat itu pula proses pertumbuhan jamur ini dimulai. Beberapa hari kemudian, biasanya Kulat Pelawan akan terlihat bermunculan di sekitar akar pohon Pelawan. Dengan proses pertumbuhan yang cukup sulit, membuat Kulat P...