Langsung ke konten utama

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Assalamualaikum sahabat..

Salam kenal semua dan selamat datang di blog pertama saya :)

Sebagai pemula, ini memang pertama kalinya saya menulis di blog. Hmmm... sebenarnya saya agak bingung mau tulis apa yaa sebagai pembuka. Tapi kalau saya bingung terus, maka niat saya untuk nge-blog pasti akan terus tertunda. Maka saya putuskan untuk mengisi blog ini dengan beberapa tulisan saya yang sudah dimuat di beberapa media. Memang belum banyak, tapi toh tujuannya sebagai dokumentasi pribadi.

Semoga blog ini bisa berkembang, yaa.
Meski semua memang terasa sulit di awal, tapi toh semua permulaan memang begitu adanya, kan? Ingat pepatah lama, practice makes perfect.


Semoga betah di rumah yang baru dan sampai jumpa di tulisan berikutnya.

Komentar

  1. Welcome to the club,Mbak Eva. Sukses ngeblognya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasiih ya Mba Sugi. Ditunggu sharing ilmu selanjutnya ;)

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Menyekolahkan Anak di Gontor

"Mah, Kakak mau SMP-nya di Gontor aja. Boleh nggak, Mah?" Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut putri kami yang saat itu masih kelas 5 SD. Ya, terus terang waktu itu aku sempat kaget mendengar sulung kami ingin mondok di sana. Lokasinya yang sangat jauh dari rumah, perkiraan biaya sekolah di sana yang mahal, ditambah pikiran-pikiran lain yang membuat saya berpikir lagi untuk menyekolahkan anak kami di sana. Walaupun begitu, memang sejak kelas 3 SD, putri kami sudah berniat ingin mondok saat SMP nanti. Dan dulu, niat kami mencarikan pondok pesantren di sekitar Bogor atau kota lain yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Jakarta. Tapi siapa yang nyangka, putri kami justru tegas memilih Gontor sebagai pesantren pilihannya. Menurutnya lagi, dia sudah riset dan menjatuhkan pilihan pada pesantren ini.  Ya, saat itu, tepatnya 5 tahun lalu, kami sebagai orang tua justru belum banyak tahu tentang pesantren Gontor. Hanya sedikit yang kami tahu tentang pesantren ini. Tentang pres...

Guantanamo Diary- Diari Terampasnya HAM Seorang Napi

Secara tidak sengaja, buku ini awalnya saya comot begitu saja saat tak sengaja melihatnya di sebuah rak buku di sebuah toko buku besar di pusat perbelanjaan tak jauh dari rumah.  Pertimbangan saya saat itu hanya menilik lewat kover buku yang berwarna cerah dan blurb yang menyentak di bagian belakang buku. Dan setelah membacanya, saya langsung terhanyut dengan kisah yang dialami sang penulis-Mohamedou Ould Slahi- yang nyatanya sampai saat ini pun dirinya tak pernah menyangka dipaksa mendekam di dalam penjara terkejam di dunia-Guantanamo. Tanpa berbuat kesalahan apapun, ia menjadi tertuduh anggota teroris oleh Amerika. Miris namun begitu banyak hikmah yang terkandung di buku ini. Saat membacanya, hati saya ikut gelisah yang akhirnya saya tuangkan ke dalam sebuah tulisan dan Alhamdulillah dimuat di  Koran Jakarta, 15 Nov 2016. Berikut ulasannya. Kesaksian dari Neraka Guantanamo Judul Buku    : Guantanamo Diary Penulis   ...

Kampanye #KejuAsliCheck Mengedukasi Cara Tepat Memilih Keju

Pertama kali membaca tagar #KejuAsliCheck di sosial media, jujur saya sempat tertegun dan bertanya-tanya sendiri, apa benar ada keju yang tidak asli.  Meski begitu, kampanye #KejuAsliCheck ini terdengar unik dan menggelitik saya untuk mencari tahu lebih jauh perihal keaslian sebuah keju. Sempat kepikiran juga apakah merk keju yang biasa saya dan keluarga konsumsi termasuk keju asli atau tidak. Jadi bikin kepo-lah intinya. Cari tahu lebih lanjut, saya pun baru tahu kampanye #KejuAsliCheck ini berasal dari keju KRAFT sebagai brand keju unggulan di Indonesia (Loh, loh, ini mah merk keju favorit saya). Keju KRAFT pun sebelumnya telah melakukan survei kepada konsumen. Dan hasilnya lebih dari 61% konsumen tidak mengetahui bahwa produk keju cheddar di pasaran tidak semuanya berbahan utama keju cheddar. Dari hasil survey ini pula, keju KRAFT menghadirkan kampanye #KejuAsliCheck agar para ibu bisa lebih  aware  dalam membaca label pangan pada kemasan keju terutama keju cheddar yan...