Langsung ke konten utama

Cara Mengeluarkan Semut yang Masuk ke Telinga

Suatu malam, saya tersentak kaget mendengar suara suami yang tiba-tiba saja berteriak. 

"Aduh, sakit, De, aduh, sakit," ucapnya sambil meringis. Sebelah tangannya tampak sedang menggosok-gosok telinga bagian kiri dengan cepat. 

Saya pun sontak mendekatinya untuk melihat apa yang terjadi. Dan ternyata, ada semut hidup yang tidak sengaja masuk telinganya. Binatang kecil itu terus bergerak kesana-kemari mencari jalan keluar, dan hal ini tentunya membuat telinga pak suami terasa sangat sakit.

                           Foto : Pixel Senses

Di tengah kepanikan kecil itu, saya menghela napas sejenak. Hal ini belum pernah kami alami dan pastinya kami juga tidak tahu cara tepat mengeluarkan semut itu dari dalam telinga. 

Tak lama mencoba untuk tidak panik, saya pun terpikir untuk mencari tahu melalui YouTube. 

Ada beberapa opsi yang muncul, namun saya pun memutuskan untuk memilih satu cara yang terlihat paling masuk akal dan bisa dengan cepat mengeluarkan semut tersebut. 

Bagaimana cara mengeluarkan semut yang masuk ke telinga?

Caranya dengan memberinya cahaya. Di dalam daun telinga kita, pastinya sangat gelap dan itu membuat semut panik dan sulit untuk menemukan jalan keluar. 

Memberinya cahaya bisa memandu semut tersebut untuk keluar dari dalam telinga. Saya pun segera mencobanya. 

Bismillahirrahmanirrahim, tak lupa tentunya untuk membaca doa, saya mulai mengarahkan senter ponsel ke arah lubang telinga pak suami. 

Di dalam sana, semut itu terus bergerak melangkahkan keenam kakinya. Suamiku sesekali meringis menahan sakit tiap kali semut itu bergerak. 

Dan akhirnya, tidak sampai lima menit kemudian, hewan kecil berwarna hitam itu mulai terlihat dan pelan-pelan mendekati lubang telinga tempatnya berada. Cahaya dari senter benar-benar menuntun langkahnya menemukan jalan keluar. Setelah berada pada jarak aman dari lubang telinga, saya pun segera menangkap semut itu dan meletakkannya di atas lantai. Jaga-jaga agar hewan kecil itu tidak kembali masuk ke dalam telinga.

Alhamdulillah semut itu pun berhasil keluar dengan selamat. Pak suami pun bisa kembali bernapas lega. 

Hal ini tentunya menjadi pelajaran juga untuk kami agar tidak panik setiap kali ada masalah atau kendala yang datang tiba-tiba. 

Kalau dipikir-pikir, seandainya tadi kami terus panik, pastinya enggak akan kepikiran untuk mencoba mencari tahu lewat YouTube bagaimana cara mengeluarkan semut tersebut.

Wallahu A'lam Bishawab. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Menyekolahkan Anak di Gontor

"Mah, Kakak mau SMP-nya di Gontor aja. Boleh nggak, Mah?" Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut putri kami yang saat itu masih kelas 5 SD. Ya, terus terang waktu itu aku sempat kaget mendengar sulung kami ingin mondok di sana. Lokasinya yang sangat jauh dari rumah, perkiraan biaya sekolah di sana yang mahal, ditambah pikiran-pikiran lain yang membuat saya berpikir lagi untuk menyekolahkan anak kami di sana. Walaupun begitu, memang sejak kelas 3 SD, putri kami sudah berniat ingin mondok saat SMP nanti. Dan dulu, niat kami mencarikan pondok pesantren di sekitar Bogor atau kota lain yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Jakarta. Tapi siapa yang nyangka, putri kami justru tegas memilih Gontor sebagai pesantren pilihannya. Menurutnya lagi, dia sudah riset dan menjatuhkan pilihan pada pesantren ini.  Ya, saat itu, tepatnya 5 tahun lalu, kami sebagai orang tua justru belum banyak tahu tentang pesantren Gontor. Hanya sedikit yang kami tahu tentang pesantren ini. Tentang pres...

Pengalaman Ikut Kelas Canva dengan Pemateri Canvassador Tuty Queen

Dari dulu, terus terang saya kepengen banget ikutan kelas Canva. Cuma memang belum ada kesempatan yang pas untuk itu. Dan kebetulan dua hari lalu, komunitas ISB (Indonesian Social Blogpreneur) mengadakan kelas tersebut khusus untuk para anggotanya. Nggak mau ketinggalan, saya pun mendaftar untuk join di kelas tersebut. Tepatnya di tanggal 12 Juni 2025, hari Kamis lalu, ISB mengadakan workshop dengan tema “Level Up Your Blog With Visual Communication” dengan narasumber Ibu Tuty Queen, seorang blogger, digital creator dan juga seorang canvassador. Kelas diadakan mulai jam 4 sore lewat zoom meeting dengan diikuti puluhan peserta.  Padu Padan Warna, Tipografi dan Layout Pada sebuah desain, unsur warna tentunya menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Padu padan warna seumpama memilih outfit yang tepat, agar terlihat serasi dan tampak menarik.  Pada Canva, padu padan warna terdiri dari beberapa fitur : color palettes, color wheel, copy style, apply colors to page dan color p...

Mencicip Kulat Pelawan, Jamur Termahal dari Indonesia

Kulat Pelawan (dok:google) Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati flora dan fauna. Dengan jumlah hutan hujan terluas di dunia, Indonesia juga memiliki banyak ragam pohon dan tumbuhan dengan keunikannya masing-masing. Salah satu contohnya berupa Kulat Pelawan. Kulat dalam bahasa Bangka artinya jamur. Sedangkan Pelawan adalah nama pohon di mana jamur ini biasa tumbuh. Jadi jika diartikan, Kulat Pelawan adalah jamur Pelawan. Jamur ini merupakan flora endemik dari Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung yang tumbuh liar di hutan. Dalam setahun, jamur ini hanya tumbuh dua kali terutama saat musim hujan. Uniknya lagi proses pertumbuhan jamur ini memerlukan sambaran petir agar bisa tumbuh. Saat petir menyambar dan mengeluarkan senyawa tertentu, saat itu pula proses pertumbuhan jamur ini dimulai. Beberapa hari kemudian, biasanya Kulat Pelawan akan terlihat bermunculan di sekitar akar pohon Pelawan. Dengan proses pertumbuhan yang cukup sulit, membuat Kulat P...